This is what you need to read :)

My photo
Mukah, Sarawak, Malaysia
Assalamu'alaikum warahmatullah sahabat. ;) Blog saya ni, secara jujurnya bukanlah seratus peratus hasil tulisan saya , tapi adalah kombinasi antara tulisan saya dan juga orang lain . Terima kasih sudi melawat ! ^^ Muhasabah diri sendiri itu perlu, mengajak orang lain bermuhasabah itu harusssslah ! ^^ Mengingatkan diri sendiri itu perlu, mengingatkan orang lain itu harusssslah ! ^^ Menyayangi diri sendiri itu perlu, menyayangi orang lain itu harussssslah ! Saya bertinta dengan lafaz Lailahaillallah Muhammadur Rasulullah ! Allahuakbar ! Macam-macam ada. Moga memberi manfaat untuk semua ! ^-^ Allahumma ameen. Teruskan melawat, selamat membaca ! ^-^

Saturday, November 12, 2011

8 KEBOHONGAN seorang IBU demi kebahagiaan ANAKNYA....

KEBOHONGAN IBU YANG PERTAMA
Cerita bermula ketika aku masih kecil, aku terlahir sebagai seorang anak laki-laki di sebuah keluarga yang miskin. Bahkan untuk makan saja, seringkali kekurangan. Ketika makan, ibu sering memberikan bahagian nasinya untukku. Sambil memindahkan nasi ke mangkukku, ibu berkata : “Makanlah nak, ibu tidak lapar”

KEBOHONGAN IBU YANG KE DUA
Ketika saya dewasa, ibu yang gigih sering meluangkan waktu untuk pergi memancing di kolam dekat rumah, ibu berharap dari ikan hasil memancingan, ia dapat memberikan sedikit makanan.Pulang memancing, ibu memasak sup ikan yang segar dan mengundang selera. Sewaktu aku memakan sup ikan itu, ibu duduk disamping kami dan memakan sisa daging ikan yang masih menempel di tulang yang merupakan bekas sisa tulang ikan yang aku makan. Aku melihat ibu seperti itu, hati juga tersentuh, lalu menggunakan suduku dan memberikannya kepada ibuku. Tetapi ibu dengan cepat menolaknya, ia berkata : “Makanlah nak, ibu tidak suka makan ikan”

KEBOHONGAN IBU YANG KE TIGA
Sekarang aku sudah masuk Sekolah Menengah, demi membiayai sekolah abang dan kakakku, ibu pergi ke koperasi untuk membawa sejumlah kotak mancis untuk dijual, dan hasil jualan itu membuahkan sedikit wang untuk menyara kehidupan seharian. Di kala musim sejuk tiba, aku bangun dari tempat tidurku, melihat ibu masih bertumpu pada lilin kecil dan dengan gigihnya melanjutkan pekerjaannya membuat persiapan untuk menjual kotak mancis dikeesokan harinya. Aku berkata : “Ibu, tidurlah, sudah malam, besok pagi ibu masih harus kerja.” Ibu tersenyum dan berkata : “Cepatlah tidur nak, ibu tidak penat”

KEBOHONGAN IBU YANG KE EMPAT
Ketika ujian tiba, ibu meminta cuti kerja supaya dapat menemaniku pergi ujian. Ketika hari sudah siang, terik matahari mulai menyinari, ibu yang tegar dan gigih menunggu aku di bawah terik matahari selama beberapa jam. Ketika bunyi loceng berbunyi, menandakan ujian sudah selesai. Ibu dengan segera menyambutku dan menuangkan teh yang sudah disiapkan dalam botol yang dingin untukku. Teh yang begitu kental tidak dapat dibandingkan dengan kasih sayang yang jauh lebih kental. Melihat ibu yang dibanjiri peluh, aku segera memberikan gelasku untuk ibu sambil menyuruhnya minum. Ibu berkata : “Minumlah nak, ibu tidak haus!”

KEBOHONGAN IBU YANG KE LIMA
Setelah kepergian ayah karena sakit, ibu yang malang harus merangkap sebagai ayah dan ibu. Dengan berpegang pada pekerjaan dia yang dulu, dia harus membiayai keperluan hidup sendiri. Kehidupan keluarga kita pun semakin susah dan susah. Tiada hari tanpa penderitaan. Melihat keadaan keluarga yang semakin parah, ada seorang pakcik yang baik hati yang tinggal di dekat rumahku yang membantu ibuku baik masalah besar maupun masalah kecil. Tetangga yang ada di sebelah rumah melihat kehidupan kita yang begitu sengsara, seringkali menasihati ibuku untuk menikah lagi. Tetapi ibu yang memang keras kepala tidak mengindahkan nasihat mereka, ibu berkata : “Saya tidak suka akan bercinta”

KEBOHONGAN IBU YANG KE ENAM
Setelah aku, kakakku dan abangku semuanya sudah tamat dari sekolah dan bekerja, ibu yang sudah tua sudah waktunya istirahat dari kerja. Tetapi ibu tidak mau, ia rela untuk pergi ke pasar setiap pagi untuk jualan sedikit sayur untuk memenuhi keperluan hidupnya. Kakakku dan abangku yang bekerja di luar kota sering mengirimkan sedikit wang untuk membantu memenuhi keperluan ibu, tetapi ibu berkeras tidak mau menerima wang itu. Malahan mengirim balik wang tersebut. Ibu berkata : “Ibu masih ada wang”

KEBOHONGAN IBU YANG KE TUJUH
Setelah lulus akan peperiksaan akhir menengah, aku pun melanjutkan pelajaran di sebuah universiti diluar negara, berkat biasiswa dari sebuah lembaga swasta. Akhirnya aku pun bekerja di lembaga itu. Dengan gaji yang lumayan tinggi, aku bermaksud membawa ibuku untuk menikmati hidup diluar negara. Tetapi ibu yang baik hati, bermaksud tidak mau menyusahkan anaknya, ia berkata kepadaku : “Ibu tidak biasa tinggal di negara orang”

KEBOHONGAN IBU YANG KE LAPAN
Setelah memasuki usianya yang tua, ibu terkena penyakit kanser usus, dirawat di hospital, aku yang berada jauh di seberang samudera atlantik terus segera pulang untuk menjenguk ibunda tercinta. Aku melihat ibu yang terbaring lemah di ranjangnya setelah menjalani pembedahan. Ibu yang kelihatan sangat tua, menatap aku dengan penuh kerinduan. Walaupun senyum yang tersebar di wajahnya terkesan agak kaku karena sakit yang ditahannya. Terlihat dengan jelas betapa sakitnya pnyakit yg dihidapi oleh ibuku, sehingga ibuku terlihat lemah dan kurus kering. Aku menatap ibuku sambil berlinang air mata. Hatiku perit, sakit sekali melihat ibuku dalam keadaan seperti ini. Tetapi ibu dengan segaranya berkata : “Jangan menangis anakku, ibu tidak sakit”

Setelah mengucapkan kebohongannya yang kelapan, ibuku tercinta menutup matanya untuk yang terakhir kalinya...

Salam'alaik . Jazakallah khairan kerana membaca di blog ana . Maaf andai ada perkataan ana yang kurang menyelesakan . Ana juga manusia yang sering khilaf . Datang lagi ya . Doakan ana ! ^___^

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Tentang Mahabbah Pelangi Ilahi :

Pemandangan indah? Hakikat sebelumnya dia benci dua perkataan itu.Masa berlalu seperti biasa, seterusnya meninggalkan cerita benci keterbelakang. Tapi, suatu pertemuan itu itu membibitkan rasa yang tak pasti. Suatu perkenalan itu merubah kebencian menjadi satu rasa. Rasa yang indahnya bagai dunia sentiasa dipenuhi rona-rona pelangi yang tak akan pernah pergi biar malam menjenguk siang.
Benarlah kata orang, cinta itu tidak akan suci tanpa redha Ilahi. Di tengah perjalanan menuju redha Pencipta, syaitan berjaya merasuk kononnya cinta Islamik. Pada hakikatnya, ISLAMIK ROMANTIK.
Namun bila cahaya hidayah hadir di jiwa, Allah menggunakan kesakitan setelah beribu dosa itu untuk dia dan dia mencari cinta-Nya. Kerana hati dia dan dia, dekat pada Dia, syaitan akhirnya tewas membuai rasa.

Hawa menuju Pencipta.
Adam mencari Pencipta.
Kerana dengan cinta Pencipta, mereka melahirkan cinta.

Selamat membaca !

This is the link of the first post of Mahabbah Pelangi Ilahi :